Klinik Apollo – Selain menjalani pengobatan yang tepat, peran pola makan juga penting dalam proses pemulihan. Memangnya penderita kencing nanah tidak boleh makan apa?
Seseorang yang mengidap penyakit, pastinya memiliki kondisi tubuh yang sensitif, termasuk dalam hal makanan. Jika Anda sedang dalam kondisi terserang penyakit, sebaiknya konsultasikan dengan dokter yang bersangkutan.
Jangan lupa tanyakan juga pada dokter, apa saja pantangan hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat sedang terkena penyakit tertentu, termasuk makanan.
Dalam artikel ini, kami akan membahas makanan-makanan yang tidak boleh dimakan oleh pasien kencing nanah. Berikut pembahasannya.
Penderita Kencing Nanah Tidak Boleh Makan Apa?
Seseorang yang terinfeksi Neisseria gonorrhoeae perlu berkonsultasi dengan dokter dan mengikuti pengobatan gonore sampai selesai.
Selain pengobatan, ada metode pendukung yang dapat penderita gonore lakukan, yaitu menghindari pantangan makanan.
Terdapat beberapa makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi saat mengalami infeksi kencing nanah, termasuk:
- Makanan siap saji: Makanan siap saji cepat saji umumnya tinggi lemak jenuh, garam, dan kalori. Konsumsi makanan cepat saji dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh dan melemahkan sistem kekebalan.
- Gorengan: Makanan yang dibuat melalui penggorengan dalam minyak panas tinggi dapat menyebabkan peradangan dalam tubuh dan memperburuk gejala kencing nanah.
- Makanan olahan: Sosis, daging asap, dan makanan kaleng, umumnya mengandung bahan tambahan, pengawet, dan garam yang tinggi. Makanan-makanan tersebut dapat memperburuk peradangan dan melemahkan imunitas tubuh.
- Makanan yang mengandung cabai: Makanan yang pedas bisa memancing dan menyebabkan peradangan di saluran kemih yang terinfeksi, yang dapat memperburuk gejala kencing nanah.
Apa yang Terjadi jika Makan Makanan yang Dilarang?
Makan makanan yang dilarang atau sebaiknya dihindari saat mengalami kencing nanah (gonore) tidak akan secara langsung memperparah infeksi atau menyebabkan dampak yang langsung terlihat.
Namun, mengonsumsi makanan tersebut dapat memengaruhi kondisi kesehatan secara keseluruhan dan memperlambat pengobatan. Ada beberapa kemungkinan yang terjadi apabila melanggar.
Pertama, dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh. Ini dapat membuat nyeri atau peradangan menjadi lebih parah.
Kedua, pemulihan yang terhambat karena penyerapan, efektivitas, atau toleransi obat terpengaruh. Ketiga, masalah pencernaan, seperti diare atau sembelit.
Sumber: Klinik Apollo
0 Komentar