Kenapa Vagina Berdarah saat Berhubungan? Waspada Infeksi!

Ilustrasi Vagina Berdarah saat Berhubungan

Klinik Apollo – Tubuh seringkali memberikan reaksi yang beragam dan tak terduga saat berhubungan intim. Salah satu masalah yang bisa membuat terkejut adalah perdarahan vagina. Kenapa vagina berdarah saat melakukan hubungan seksual?

Kondisi ini dapat menimbulkan kekhawatiran dan kebingungan pada kaum Hawa.

Oleh karena itu, silakan simak beberapa penyebab yang menjelaskan mengapa vagina bisa berdarah. Berikut penjelasannya.

Penyebab Vagina Berdarah saat Berhubungan Intim

Kenapa Vagina Berdarah saat Berhubungan? Waspada Infeksi!
Sumber gamber: klinikapollojakarta.com

Pendarahan pada vagina bukanlah hal yang baru. Artinya, gejala tersebut termasuk fenomena yang umum terjadi pada wanita, termasuk saat berhubungan intim.

Berikut adalah penyebab vagina yang berdarah:

  • Lapisan luar vagina yang robek selama penetrasi.
  • Iritasi di vagina akibat melakukan hubungan seksual yang intens tanpa pelumas.
  • Kista ovarium yang tertekan selama berhubungan seks.
  • Perdarahan saat menstruasi.
  • Kanker serviks pada beberapa kasus tertentu.

Ketahuilah bahwa vagina yang mengalami perdarahan hebat belum tentu menjadi indikator dari infeksi menular seksual sebab banyak yang menjadi faktor seperti di atas.

Akan tetapi, beberapa orang yang terjangkit penyakit menular seksual, darah dapat keluar dari vagina.

Klamidia, gonore, atau trikomoniasis dapat menyebabkan peradangan vagina, serviks, atau saluran kemih, yang juga mengakibatkan pendarahan

Cara Mengatasi Vagina Berdarah Setelah Berhubungan

Perawatan terhadap pendarahan vagina saat atau setelah bercinta tergantung pada penyebabnya.

Berikut adalah beberapa cara yang dapat membantu mengatasi atau mencegah vagina agar tidak berdarah:

  • Memakai minyak khusus: Gunakan minyak atau pelumas berbasis air untuk mengurangi gesekan. Cairan ini dapat membantu mengurangi kemungkinan terjadinya luka atau iritasi di vagina.
  • Berhubungan intim dengan cara yang lembut: Lakukan aktivitas seksual dengan tidak agresif atau kasar agar alat reproduksi tidak terluka. Berkomunikasilah dengan pasangan tentang preferensi dan batasan untuk memastikan pengalaman seksual yang nyaman.
  • Terapi obat: Berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat apabila mengalami perdarahan akibat vaginitis atau infeksi menular seksual. Dokter dapat meresepkan obat-obatan untuk mengobati infeksinya.

Itulah beberapa faktor yang dapat menyebabkan vagina berdarah pada wanita serta perawatannya.

Jika Anda mengalami kondisi seperti ini, carilah pertolongan medis dengan mengunjungi balai pengobatan. Terakhir, semoga informasi ini bermanfaat.

Sumber: Klinik Apollo

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu